Sulistiani :Ketua UmumSerikat Pekerja Angkasa Pura 1

Beberapa tahun lalu Serikat Pekerja Angkasa Pura 1 ( SP AP1) mengalami sebuah kasus besar terkait dengan mogok yang dilakukan di bandara. PT. Angkasa Pura I (Persero) adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memberikan pelayanan lalulintas udara dan bisnis Bandar udara di Indonesia yang menitik beratkan pelayanan pada kawasan Indonesia bagian tengah dan kawasan Indonesia bagian timur.PT Angkasa Pura mengelola 13 bandara di Indonesia. Pada saat itu, seorang pekerja diputus hubungan kerja setelah mengorgansir mogok di Bandara. SP AP1 sebagai serikat pekerja yang berkomitmen membela hak anggotanya, melakukan perlawanan terhadap PHK ini. Perlawanan ini menjadikan adanya tekanan bagi pengurus Serikat Pekerja, terutama pengurus inti. Salah satu yang menerimanya adalah Ibu Sulistiana, yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris SP Angkasa Pura1. Selama beberapa tahun, Ibu Sulistiana di non-job kan oleh perusahaan. Setiap hari masuk kantor namun tidak mendapatkan tugas. Kondisi ini sangat membuat Ibu Sulistiana tertekan, namun kesadaran bahwa perjuangan tersebut sangat penting maka semangatnya terus ada.

Gambar: Sulistiani

Setelah melewati proses bertahun-tahun yang sangat melelahkan secara mental, akhirnya kasus tersebut selesai dan berhasil dimenangkan oleh SP AP1. Kemenangan ini tidak hanya memberikan kebahagian namun juga telah membuktikan betapa solidaritas adalah kunci dari perjuangan serikat pekerja. Saat ini, Ibu Sulistiana dipercaya oleh anggotanya untuk menjadi Ketua Umum Serikat Pekerja Angkasa Pura 1. Angkasa Pura 1 sebagai salah satu badan usaha milik Negara memiliki peran penting dalam sector transportasi. Angkasa Pura 1 mengelola Ibu Sulistiana merupakan salah satu dari sedikit pemimpin perempuan dalam serikat pekerja. LEMBUR memandang penting untuk mengangkat kisah kepemimpinannya sebagai pelajaran bagi kepempinan perempuan dalam Serikat Pekerja .

Mengapa tertarik untuk terlibat dalam serikat pekerja?

Sebenarnya pertama-tama saya bergabung di Serikat Pekerja tidak terlintas untuk kemudian menjadi aktif seperti sekarang. Pada saat itu, SP AP1 masih menjadi satu-satunya serikat di AP1 dan memang saya mengawali terlibat dalam kepengurusan sebagai sekretaris.Saya cenderung bersifat administrative. Namun selama kepengurusan sayabanyak belajar dari mantan Ketua Umum Angkasa Pura, yang juga seorang wanita, tentang solidaritas dan kepemimpinan. Ini yang kemudian membuat saya semakin aktif sampai sekarang menjadi ketua umum.

Selama aktif berserikat adakah pengalaman penting yang dirasakan sangat berarti dalam berorganisasi dan kepemimpinan di SP AP1?

Pengalaman yang tentunya tidak terlupakan dan menjadi pelajaran penting, adalah kasus PHK yang menimpa anggota kita. Waktu itu anggota SP AP1 mengadakan mogok di bandara. Pasca kejadian ini, coordinator aksi mendapatkan sanksi PHK. Kami menganggap bahwa ini merupakan upaya untuk memperlemah serikat pekerja .Untuk itu kami sepakat melawan PHK ini, dan berjuang bersama. Perjuangan ini tidak hanya melelahkan tapi juga menguji daya tahan kami. Kami juga belajar banyak tentang advokasi. Saat itu kami tidak hanya melakukan advokasi melalui jalur hokum tapi juga lobby ke DPR dan pejabat-pejabat terkait.

Dan kami jadi menambah jaringan dengan Serikat lain dan lembaga-lembaga lain yang mendukung kami. Termasuk saat itu kami juga dibantu oleh TURC dalam advokasi hukumnya. Kami juga bisa merasakan adanya solidaritas dari serikat-serikat lain.

Begitu hebatnya tekanan terhadap kami, di satu sisi merupakan pengalaman yang traumatis bagi anggota. Kami juga dari kasus ini, bisa mengambil pelajaran bahwa administrasi serikat itu penting. Karena kami bisa menghadirkan bukti-bukti yang kuat, kami akhirnya menang pada waktu itu. Kemenangan kami dalam kasus tersebut, juga membuktikan soliditas serikat pekerja kami. Kami bisa melakukan perjuangan secara kompak, dan juga sekaligus melakukan solidaritas terhadap kawan kami yang selama dalam proses PHK tersebut tidak mendapat gaji, dengan cara mengupulkan uang solidaritas untuk meringankan beban kawan kami tersebut.

Bagi saya sendiri, lamanya perjuangan dan juga kuatnya tekanan manajemen terhadap saya pada waktu itu, justru memperkuat daya tahan perjuangan saya. Secara psikis memang melelahkan namun itu di sisi lain membuat saya kuat. Saya yakin dengan ujianlah seorang pemimpin bisa membuktikan apakah dia cukup kuat atau tidak.

Tantangan apa yang dihadapi oleh seorang pemimpin Serikat Pekerja wanita di Badan Usaha Milik Negara?

Menurut saya justru pemimpin perempuan itu lebih teguh dalam mempertahankan idealismenya, dan tidak mudah goyah. Tantangan pengurus terutama Ketua Serikat di BUMN terutama adalah promosi jabatan. Union busting memiliki bermacam-macam bentuk. Kalau di sini kita mengenal bentuk union busting yaitu promokir alias promosi singkir. Jika menjadi ketua maka akan dipromosikan naik jabatan tapi dipindahkan ketempat lain. Hal ini membuat sulit untuk melakukan kerja-kerja organisasi. Saya ketika menjadi ketuau mum, memangdi promosikan untuk naik jabatan. Kalau untuk laki-laki, yang merupakan pencari nafkah utama, kenaikan jabatan ini memang sesuatu yang mereka akan lebih prioritaskan. Kalau perempuan akan lebih tidak terlalu ambisius dalam jabatan. Saya sendiri menerima promosi kenaikan jabatan. Secara psikis bagi anggota di serikat BUMN, mereka senang memiliki ketua yang merupakan pejabat di perusahaan. Ini yang mungkin sedikit membedakan dengan perusahaan private. Namun saya tegaskan bahwa saya tidak mau dipindahkan ke daerah karena saya punya tanggungjawab untuk memimpin organisasi .

Kembali tentang pemimpin perempuan, saya berpendapat bahwa pemimpin perempuan akan lebih memperhatikan hal-hal yang bersifat detail. Seperti administrasi. Kami sendiri memiliki pengalaman dimana berkat administrasi yang baik, akhirnya kami memenangkan kasus kawan kami yang diPHK.

Apa harapan untuk Serikat Pekerja yang anda pimpin?

Saat ini ada 2 Serikat Pekerja di Angkasa Pura 1. Kami cukup banyak kehilangan anggota saat ada serikat pekerja baru ini muncul. Ini diakibatkan verifikasi di dinas tenagakerja yang menurut saya tidak fair. Saya berharap bisa mensolidkan serikat. Serikat kami telah berhasil memperjuangkan kenaikan gaji lewat PKB, dimana di BUMN sangat tidak mudah.

Kemenangan ini, saya harapkan bisa dipahami anggota dan membuat anggota mau lebih berkontribusi dalam membangun serikat. (Din)