Pada tanggal 20 hingga 22 Juni 2016 lalu, staff TURC menjalani workshop Monitoring dan Evaluasi (MonEv) dengan fasilitator yang didatangkan dari Circle Indonesia. Berikut petikan wawancaranya setelah memfasilitasi 3 hari bersama kami:

 

Gimana kesannya memfasilitasi workshop MonEv untuk  TURC?

Saya sangat appreciate dan antusias dengan teman-teman TURC, karena teman-teman relatif muda sehingga penuh semangat juga keinginan untuk belajarnya sangat tinggi.

 

Dari pengalaman mas bersentuhan dengan TURC di tahun 2010 dan sekarang, apa yang dimaknai berbeda dengan generasi yang betul-betul berbeda?

Kalau yang dulu bentuknya nggak training tapi lebih jadi narasumber, dan itu untuk feeding issue bukan capacity building. Dulu utamanya teman-teman buruh yang banyak, dan isu yang dibahas relatif baru. Kalau yang sekarang sebagian baru, namun sebagian sudah banyak tahu tentang MonEv. Dari sisi proses akan berbeda. Bisa langsung bermanfaat dan applicable, kalau yang dulu difollow up sebagai sebuah aksi.

 

Opung menangkap kekhasan terhadap TURC setelah memfasilitasi3 hari ini?

Pendekatan, metode, cara kerja, saya belum terlalu dapat. Tapi yang buat saya khas adalah di sini diisi anak muda, tidak seperti CSOs lainnya, banyak yang udah di atas 40 tahun. Di sini rata-rata di bawah 30, itu sesuatu yang luar biasa.

 

Dalam konstelasi global dan nasional, aktivitas TURC posisinya bagaimana?

Temen-temen Buruh itu punya Serikat, oke, namun mereka tidak cukup mendapatkan penguatan organisasi. Mereka punya planning untuk ini, sumber daya dari tingkat pusat hingga daerah tapi mereka selama ini lebih fokus mengkampanyekan isu, upah dan macem-macem itu, dan sering melupakan penguatan organisasi itu. Ketika posisi itu, maka TURC bisa hadir, semestinya juga mampu mendorong penguatan organisasi. Sambil menyebarkan isu-isu khas yang lagi rame dan berdampak signifikan ke teman-teman buruh, saya berharap teman-teman TURC berperan lebih banyak dalam soal penguatan organisasi sehingga serikat-serikat bisa lebih efektif bekerja, yang selama ini menurut saya kurang di tingkat mereka dalam penguatan organisasi.

 

Seberapa besar eksplorasi metodologi diperlukan dalam menyusun kerangka MonEv itu diperlukan, atau lebih baik bersetia pada guidelines?

Dalam konteks lapangan tentu berbeda dengan textbook. Belum tentu apa yang ada di lapangan berbeda dengan guidelines, fungsinya kita belajar MonEv adalah kita lebih mengenali berbagai faktor yang akan ditemui di lapangan.