Sebagian alasan lemahnya pengaruh serikat buruh di Indonesia adalah karena kurang efektifnya organisasi puncak (konfederasi) melaksanakan tugasnya sebagai organisasi payung, yang pada gilirannya secara umum barakibat pada munculnya ketidakpercayaan pada organisasi puncak oleh yang berada di bawahnya. Sementara serikat buruh nasional terus berkutat dengan berbagai masalahnya sendiri dan belum mampu menunjukkan kemampuan untuk membangun kekuatan buruh yang bisa diperhitungkan, perkembangan sebaliknya justeru terjadi di berbagai daerah beberapa tahun terakhir ini. Perkembangan ini merupakan bentuk terkini dari gerakan serikat buruh Indoensia di era reformasi.

Kedekatan dengan masalah nyata dan kesamaan lokasi maupun komunikasi yang relatif terjalin baik mewujud dalam berbagai jaringan dan aliansi serikat buruh di tingkat lokal dengan berbagai nama. Berbagai serikat buruh dari berbagai organisasi dan latar belakang, bersatu dalam aliansi serikat buruh untuk membawa satu isu bersama untuk kepentingan buruh. Persatuan tanpa memaksakan penyatuan di berbagai daerah ini memberi secercah harapa akan masa depan gerakan serikat buruh yang lebih menjanjikan di Indonesia.