TURC Logo White Transparent
Svg Vector Icons : http://www.onlinewebfonts.com/icon
Search
Search
Close this search box.

Rilis Media: Aktivis China Hidup Di Balik Jeruji Karena Mendukung Buruh Pengrajin Sepatu

Rilis Media: Aktivis China Hidup Di Balik Jeruji Karena

Mendukung Buruh Pengrajin Sepatu

\"\"

Calvin Klein, Coach dan Ralph Lauren didesak untuk mendukung pembebasan terhadap Meng Han.

Pada hari Kamis dan Jum’at, 4-5 November 2016, aktivis buruh Meng Han akan diadili oleh pengadilan Panyu di wilayah Selatan China. Ia menjadi target operasi dari pemerintahan setempat setelah melakukan serangkaian kegiatan edukasi mengenai hak-hak Buruh, di dalam pabrik yang memproduksi sepatu untuk Calvin Klein, Coach dan Ralph Lauren. Ia juga didakwa karena “mengumpulkan kerumunan yang mengganggu tatanan sosial” dan membuatnya terancam dijatuhi hukuman maksimal seumur hidup.

Meng Han ditahan pada tanggal 3 Desember 2015, saat polisi China melakukan razia dadakan di rumah-rumah dan kantor yang menaungi 50 anggota staff dan relawan yang bekerja memperjuangkan hak-hak kelompok buruh di Guangdong, China.

Penahanan Meng Han dan aktivis buruh lainnya menjadi  bagian dari razia besar-besaran yang dilakukan oleh Pemerintah China terhadap LSM yang mendukung perjuangan buruh yang disinyalir terkait dengan perseteruan buruh spesifik di Lide Shoe Factory, distrik Panyu. Serangkaian aksi mogok di dalam pabrik pada tahun 2015 lalu ini turut melibatkan lebih dari 2500 orang buruh, dan menghasilkan negosiasi yang dinilai berhasil dengan pihak manajemen terkait jaminan sosial, kontribusi perumahan, serta tunjangan lembur dan cuti tahunan.

Meng Han telah ditahan sejak bulan Desember 2015 dan hanya diperbolehkan melakukan kontak secara sporadis dengan seorang pengacara, yang sesungguhnya melanggar peraturan di China sendiri. Tiga aktivis buruh lainnya ditahan dalam rentang waktu bersamaan dan telah diadili pada akhir bulan September 2016 lalu, saat mereka dijatuhi hukuman antara satu hingga tiga tahun. Pada titik ini, proses pengadilan kasus Meng Han ditangguhkan hingga dilakukan investigasi lebih lanjut.

Meng Han mengalami intimidasi selama masa penahanannya dimana pihak berwajib menekannya untuk menyerahkan temannya yang sesama aktivis dengan imbalan berupa keringanan masa tahanan. Keluarga Meng terus menerus mendapatkan tekanan pada saat masa penahanan ini, hingga pada masa di mana mereka harus berpindah rumah karena preman-preman tak dikenal menyerang pintu apartemen mereka dengan kampak.

Karena brand seperti Calvin Klein, Coach dan Ralph Lauren mengambil pasokan sepatu dari pabrik ini, mereka pun diminta oleh kelompok HAM untuk mengeluarkan pernyataan terhadap pembebasan Meng Han. Menyosong peradilan Meng Han yang akan jatuh pada hari Kamis, 3 November, beberapa brand ini akan menjadi target sasaran para campaigner dan konsumen melalui social media.

Penulis

Trade Union Rights Centre

Tags

-

Bagikan artikel ini melalui:

Dapatkan Informasi Terbaru Seputar Isu Perburuhan!