Nama               : Kokom Komalawati

TTL                  : Bandung, 19 agustus 1979

Jabatan             : Ketua Umum SBGTS GSBI PT Panaruk Dwikarya

Pendidikan        : D3 Akutansi

Wanita yang akrab di panggil mba Kokom ini adalah sosok perempuan yang begitu peduli dengan nasib para buruh di Indonesia. Khususnya para buruh yang tergabung dalam serikatnya dengan mayoritas perempuan. Mba Kokom ini sudah memiliki banyak pengalaman di dunia perburuhan. Hal ini terlihat dari lamanya beliau tergabung dalam serikat. Awal pengalaman beliau tergabung dalam serikat berawal sejak tahun 2000, bisa dibayangkan sampai dengan saat ini sudah sekitar 14 tahun mba kokom ini berkecimpung dalam serikat buruh.

Pada edisi Lembur kali ini, team lembur berkesempatan melakukan wawancara dengan aktivis buruh perempuan kelahiran Bandung ini, karena pengalamannya yang terbilang lama dalam isu perburuhan maka sepantasnya saya berharap mendapatkan kisah menarik dari Mba Kokom ini.

Bagaimana awal perjalanan Mba Kokom dalam dunia organisasi?

Saya sudah cukup lama mengenal serikat pekerja/buruh, berawal dari tahun 2000 pada saat saya bekerja di Perusahaan Panarub Industri.

Lalu, bagaimana perjuangan mba Kokom dalam organisasi serikat pekerja?

Sebagai pimpinan dalam organisasi, saya menginginkan melakukan banyak hal untuk anggota saya. Khususnya para perempuan yang tergabung dalam keanggotaan serikat.

Apa yang ditemukan dalam Serikat?

Banyak hal yang membuat saya jatuh cinta pada serikat. Bahkan mengalahkan kepentingan pribadi. Banyak hal yang membuat saya terharu disini, dengan melihat anggota saya yang begitu keras berjuang. Pertama kali saya kenal serikat di tahun 200-2006, saya bekerja di Panarub industri namun saya tidak begitu aktif berjuang di serikat buruh. Kemudian, pada tahun 2008 saya bekerja di panarub Dwikarya, saat itu kondisi buruh di Panarub Dwikarya sangat memprihatinkan karena tidak ada serikat di perusahaan tersebut. Pada tahun 2012 sekitar bulan Februari saya dan beberapa kawan melakukan organisir serikat serta mendeklarasikan adanya serikat pekerja di perusahaan tersebut. Di tahun 2012 sebenarnya ada kenaikan upah yang cukup signifikan terhadap buruh namun buruh tidak mendapatkan hak-haknya. Penangguhan upah untuk buruh serta berbagai macam intimidasi saat pembentukan serikat pekerja di PT. Panarub Dwikarya marak terjadi. Pada saat itu ada 9 orang di PHK yang berperan sebagai pimpinan sekaligus deklarator GSBI. Setelah adanya serikat intimidasi semakin sering terjadi khususnya kepada para pimpinan serikat pekerja, ada sebanyak 11 orang pimpinan serikat pekerja yang terus menerus mendapatkan intimidasi. Namun, perjuangan tidak berhenti sampai disitu, intimidasi tersebut semakin menyemangati saya untuk terus melakukan advokasi untuk kaum buruh karena hak-hak buruh harus diberikan oleh pengusaha.

Menurut mba, Apa hal yang paling sulit sekaligus menarik saat menjadi pemimpin serikat ?

Adanya PHK terhadap 1300 buruh di PT. Panarub Dwikarya, saat itu buruh meminta perusahaan untuk menjalankan kenaikan upah sesuai dengan aturan tetapi perusahaan tidak melakukannya. Menanggapi hal tersebut serentak berbagai buruh menolak dengan membuat aksi, aksi dibagi berdasarkan wilayah dan tiap-tiap wilayah sudah ada koordinator masing-masing untuk mempermudah komunikasi. Aksi kami lakukan setiap hari kamis dan kami menyebutnya dengan aksi kamisan. Kebanyakan buruh adalah buruh perempuan, tentunya sudah terbayang bagaimana kalau buruh perempuan melakukan aksi dengan membawa anak-anak mereka dalam gendongan berdiri di depan gerbang perusahaan dengan menuntut hak-hak mereka.

Kalau buruh laki-laki cenderung memiliki beban yang sedikit ketimbang buruh perempuan saat melakukan aksi dan yang menariknya adalah buruh perempuan lebih ekspresif menuntut hak-haknya dan dengan konsisten dan pantang menyerah untuk terus berjuang.

Pada aksi pertama, pihak management perusahaan sudah melakukan perundingan kepada kami dengan membayarkan uang pesangon kepada buruh tetapi hampir semua buruh perempuan yang terorganisir dalam serikat menolaknya dengan alasan ingin tetap dipekerjakan kembali di perusahaan tersebut.

Selama aktif mengorganisir buruh perempuan, apa keistimewaan yang dimiliki oleh buruh perempuan ?

Ada keistimewaan yang dimiliki oleh buruh perempuan, hal ini terlihat nyata pada saat aksi 18 Oktober 2012 aksi yang bisa dikatakan cukup rusuh yang mengakibatkan sebanyak 23 orang luka-luka. Buruh yang ikut aksi ialah buruh perempuan dan buruh laki-laki, namun saat berjuang buruh laki-laki mundur lebih duluan dari buruh perempuan tetap berdiri tegar memperjuangkan nasib mereka tanpa mengenal lelah.

Bahkan sampai sekarang buruh-buruh perempuan tersebut masih tetap konsisten untuk berjuang dengan melakukan aksi setiap hari kamis di depan gerbang perusahaan.

Apa harapan mba terhadap gerakan buruh perempuan ?

Yang terpenting untuk gerakan adalah dengan membangun kesadaran terhadap buruh perempuan sehingga pengurus serikat banyak perempuan tidak hanya didominasi oleh buruh laki-laki saja.

Kalau boleh tahu, kira-kira apa ya harapan mba selaku pimpinan serikat buruh terhadap presiden baru terpilih?

Menurut saya, siapapun presiden RI buruh harus tetap berjuang untuk hak-haknya. Kami tidak sepenuhnya menggantungkan harapan kami terhadap Jokowi, Meskipun demikian Jokowi tidak seperti SBY, saat Jokowi menjadi Gubernur upah buruh dinaikkan cukup signifikan namun juga memberi ruang kepada perusahaan untuk tetap melakukan penangguhan upah. Kesejahteraan buruh berada di tangan kaum buruh itu sendiri. (Sri)